Sabtu, 15 Desember 2007

OILY WATER SEPARATOR

OILY WATER SEPARATOR

A. Pendahuluan

Dengan perkembangan dunia maritime yang semakin maju dan bertambahnya jumlah kapal maka akan sangat mempengaruhi tingkat pencemaran laut, akibat limbah-limbah yang dibuang dari kapal, terutama limbah yang mengandung minyak. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap kapal pasti menghasilkan air got terutama di kamar mesin. Air got pada akhirnya akan di buang ke laut namun harus diperhatikan agar tidak terjadi pencemaran laut akibat dari pembuangan limbah tersebut.
Bertitik tolak pada masa-masa sebelumnya telah diadakan konvensi-konvensi misalnya pada awal tahun 1970 di Paris yang dikenal dengan nama Paris Convention, pada awal Oktober 1971 di Oslo diadakan persetujuan yang mengenai Prevention of Marine Pollution By Dumping for Ship and Craft, dan tahun 1973 telah dikeluarkan ketentuan mengenai minyak kotoran dan sampah yang diperbolehkan dibuang kelaut yang yang lebih dikenal dengan nama MARPOL 1973 serta pada tanggal 15 Juli 1977 di New York telah ditetapkan konferensi masalah lingkungan hidup.
Salah satu Organisasi di dunia yaitu IMO telah menetapkan peraturan-peraturan yang berkenaan dengan prosedur dan tatacara pembuangan limbah kapal berikut sangsi-sangsi bagi kapal yang melanggar sehingga untuk mendukung dan melaksanakan peraturan yang telah ditetapkan tersebut dan mencegah sangsi yang dapat diberikan pada kapal yang melanggar dimana akan membawa kerugian bagi kapal dan perusahaan pelayaran, maka sekarang ini pada setiap kapal telah dilengkapi dengan peralatan atau pesawat yang dapat membersihkan air got dari kandungan minyak oily water separator (OWS) sehingga pada saat di buang ke laut tidak menimbulkan pencemaran.

B. Prinsip Dasar dari Oily Water Separator

Pada dasarnya proses pemisahan ini dilakukan sesuai dengan perbedaan berat jenis, yang mana berat jenis air lebih besar dari pada berat jenis minyak sehingga saat proses pemisahan terjadi air akan berada di bagian bawah dan minyak akan berada dibagian atas, selanjutnya minyak yang terkumpul akan di salurkan/buang ke sludge tank dan air got dengan kadar kontaminasi minyak maksimal 15 ppm akan di buang keluar (over board).

C. Prinsip Kerja Oily Water Separator

1st Chamber (Tabung Pemisahan Pertama)

Air yang bercampur dengan minyak, melewati plat-plat pemisah primer (primary separating plates), minyak dan lumpur akan melekat pada plat selanjutnya terus keatas melalui plat-plat sekunder (secondary separating plats). Kandungan minyak dan lumpur yang masih ikut akan akan menempel pada plat ini. Setelah melalui primary dan secondary plates , air got akan mengalir terus ke bagian atas tabung, kandungan minyak yang terbawa akan terkumpul pada bagian atas tabung (oil Collecting Tank) dan air got akan mengalir ke bawah Tabung. Minyak yang terkumpul pada oil collecting chamber akan di salurkan ke sludge tank melalui solenoid valve.
2nd and 3rd Chamber (Tabung pemisah kedua dan ketiga)

Air got dari 1st chamber masuk melalui bagian bawah pada tabung kedua. Setelah masuk air got melalui coalescer untuk penyaringan sisa-sisa minyak, selanjutnya mengalir kebagia atas tabung. Sisa-sisa kandungan minyak akan terkumpul pada bagian atas tabung (oil collecting chamber) lalu mengalir ke sludge tank dengan membuka valve, sedangkan air got akan mengalir ke bagian bawah tabung 3rd chamber. Adapun proses pada tabung ketiga sama dengan proses pemisahan yang terjadi pada tabung kedua.
Jadi prinsip pemisahannya ialah berdasarkan dari berat jenis masing-masing, yang mana berat jenis minyak lebih ringan daripada berat jenis air sehingga minyak akan terapung di atas permukaan air.

D CaraKerja Oily Water Separator

v 1 st Separating Chamber

Pada tabung pertama, bila kandungan minyak yang terdapat dalam tabung sudah banyak, maka oily water sensor akan mengirim sinyal ke monitoring yang terletak pada samping tabung. Setelah menerima sinyal dari oily water separator maka monitoring unit akan mengirim/mengaktipkan solenoid valve sehingga katup akan terbuka, dan minyak yang terkumpul pada oil collecting chamber akan mengalir ke sludge tank. Pada saat yang bersamaan lampu indicator yang berwarna merah akan menyala dan lampu indicator yang berwarna hijau akan mati.
Bila kandungan minyak sudah kecil, maka oily water sensor akan menghentikan pengiriman sinyal ke monitoring lalu monitoring akan me-non aktifkan solenoid valve, sehingga katup kembali tertutup. Pada saat itu juga, lampu hijau (lampu indicator) akan menyala, dan lampu indicator berwarna merah akan mati, berarti air got sudah memenuhi syarat untuk di buang ke laut.

v 2nd dan 3rd Separating Chamber

Untuk tabung kedua dan ketiga, tidak terdapat monitoring. Jadi bila pada tabung kedua kandungan minyak yang ikut dengan air got terlalu banyak, maka oily water sensor akan mengirim sinyal ke lampu indicator sehingga lampu itu menyala dan sekaligus mengaktifkan sistem alarm.













BILGE PIPING SYSTEM







































PIPING ARRANGEMENT

















E Pencegahan Pencemaran (Tindakan)

1 Terlebih dahulu melihat tingkat kekentalan minyak yang bercampur dengan air got. Bila terlalu kental, campuran chemical (oil spill dispersant) ke air got.
2 Pompa air got harus melalui oily water separator untuk memisahkan air got dengan minyak.
3 Apabila tetap ada minyak yang keluar ke laut, maka segera mengambil OSD yang di campur dengan air, lalu buang ke arah tumpahan minyak di laut (sekitar kapal).
4 Untuk tumpahan minyak di atas dek, segera dilokalisir dengan menggunakan saw dust.
5 Untuk sludge harus disimpang pada waste oil tank, kemudian dipanaskan dan di bakar di Incenerator serta di transfer ke darat.

Untilk pembuangan minyak atau campuran yang mengandung minyak ke laut

v Untuk kapal tanker
r Tidak berada dalam daerah khusus
r Berada pada jarak lebih dari 50 mil laut dari daratan terdekat
r Sedang meneruskan perjalanannya
r Pembuangan kandungan minyak tidak melampaui 60 liter tiap mil laut
r Untuk kapal tangki lama, jumlah keseluruhan minyak yang dibuang ke laut tidak melampaui 1/15.000 dari jumlah keseluruhan muatan tertentu termasuk residu. Sedangkan kapal tangki baru, tidak melampaui 1/30.000.
r Memiliki system pemonitoran dan pengawasan pembuangan minyak yang bekerja dan penataan tangki tampung buangan (slope tank).




Untuk kapal bukan tanker dan berukuran lebih besar atau sama dengan 400 Grt

r Tidak berada di daerah khusus
r Berada pada jarak lebih dari 12 mil laut
r Sedang meneruskan pelayaran
r Kandungan minyak dalam air got tidak lebih dari 100 ppm
r Memiliki system monitoring dan pengawasan pembuangan minyak.

JENIS HSN - F
1. Pengertian dan Fungsi

Oily Water Separator (OWS) adalah pesawat yang manipu memisahkan air dari air buangan yang mengandung niinyak sarnpai hasil pemisahannya mencapai kurang dari 15 ppm.
Fungsi OWS yaitu untuk memisahkan antara air dan kandungan minyak hingga mencapai maksimal 15 ppm, sehingga air buangan ke laut tidak menimbulkan pencemaran.

2. Prinsip Dasar OWS

Prinsip dasar dan cara keria OWS vaitu pemisahannya berdasarkan berat jenis dari unsur – unsur yang terkandung di dalam air got yang di proses. Dirnana unsure yang memiliki berat jenis paling besar (lumpur) akan berada paling bawah dan keluar lewat sludge out, kemudian air yang berat jenis lebih berat dari minyak dan lebih ringan dari lumpur akan berada dibawah minyak di ruang pemisah. Sehingga minyak yang berada dipermukaan akan dialirkan ke Waste Oil Tank, sedangkan air yang telah melalui proses penyaringan yang kedua akan keluar dari OWS dengan tingkat kandungan dibawah 15 ppm.

3. Bagian – bagian OWS dan Kegunaannya

Pada pesawat Oily Water Separator jenis HSN – F ini memiliki dua bagian utama antara lain :
a. Ruang pemisah yang kasar (No. 1 Rough Separating Chamber)
b. Ruang pemisah yang halus (No 2 Fine Separating Chamber)

Dari kedua bagian utama ini, masih terdiri lagi beberapa kornponen yang terdapat pada rnasing-inasing ruang pemisah. Adapun komponen-komponen yang dimaksud adalah subagai berikut :

Ruang pemisah kasar (No I Rough Separating Chamber)

Ruang ini berfungsi sebagai tempat pemisah antara air dan kandungan minyak berdasarkan berat ienis cairan dimana minyak yang rnemiliki berat jenis vang lebih kecil akan menganpung di permukaan air sedang endanan lumpur akan mengendap dibagian dasar ruang pemisah.
Pada ruang ini terdapat komponen – komponen lain yang membantu proses pemisahan dalam ruang pemisah antara lain :

1). Plat pemisah utama dan kedua (primary and secondary separating section) Plat ini membentuk susunan – susunan plat yang horizontal yang air got yang masuk ke ruang pemisah ini melalui proses penyaringan/pemisah pada tiap-tiap plat. Sehingga lumpur yang ikut didalam air got akan tertahan dan menempel pada plat – plat pemisah. Sedang lumpur yang berat akan jatuh ke dasar tabung selanjutnya disalurkan ke sludge tank, dengan demikian kandungan rninyak air got akan berkurang.
2). Ruang pungumpulan minyak (Oil Collecting Chamber)
Ruang ini terletak di bagian atas tabung pemisah yang mana berfungsi sebagai tempat pengumpulan minyak vang telah dipisahkan berdasarkan berat jenisnya.
3). Pemanas (steam inlet / outlet pipe)
Komponen ini berfungsi untuk memanaskan minyak yang terdapat dalam ruang pengumpulan minyak sehingga lebih muda dikeluarkan dari dalam tabung.
4). Keran pengetesan (test cook)
Keran pengetesan berjumlah dua buah pada tiap tabung pemisah yang mana letaknya ada yang di atas (ruang pengumpul minyak) dan satu lagi berada di bagian bawah ruang pengumpul (di atas penutup depan tabung). Keran ini berfungsi untuk memeriksa air got yang diproses didalam tabung sekaligus mengeluarkan udara saat OWS dijalankan pertama kali.
5). Pipa pengeluaran minyak (Oil Outlet)
Pipa ini berfungsi sebagai saluran pengeluaran minyak dari ruang Pengumpul minyak ke Wsate Oil Tank.
6). Pendeteksi ketinggian minvak (Oil Level Sensor)
Alat pendeteksi ini berfungsi untuk mendeteksi ketinggian minyak dalam ruang pengumpul minyak dan selanjutnya mengirim sinyal ke pengontrol otomatis yang mana akan mengaktifkan katup Solenoid agar membuka atau menutup saluran pengeluaran minyak ke Waste Oil tank.
7). Pengontrol Otomtis (Automatic Control)
Alat pengontrol ini memiliki dua lampu indicator yang berwana merah dan hijau. Apabiia larnpu merah menyala menandakan minyak dalaim ruang pengumpul tinggi sehingga mengaktifkan solenoid valve untuk membuka saluran pengeluaran minyak ke Waste Oil Tank. Dan bila lampu hiiau menyala maka hal itu menandakan tingkat minyak rendah sehingga katup solenoid menutup kembali.
8). Katup Solenoid (solenoid valve)
Terletak pada pipa pengeluaran minyak yang berfungsi untuk membuka dan menutup saluran pengeluaran minyak secara otomatis pada saat mendapat sinyal dari pengontrol otomatis.

Tabling Pemisah halus (No.2 Fine Separating Chamber)

Dalarm tabung ini , air got yang teiah diproses pada tabung pertama akan mengalami proses pemisahan/penvaringan kembali sehingga kandungan minyak dan air got yang akan dibuang ke laut semakin kecil.
Adapun komponen yang terdapat dalam tabung pemisah ke dua ini, tidak jauh berbeda dengan tabung pemisah pertama antara lain:

1). Pengumpul/ penggabung (Coallescer)
Letaknya dibawah bawah tabung pemisah yang berfungsi untuk menyaring kandungan minyak dan menggabungkan partikel minyak yang kecil yang masih ikut dalam air got setelah diproses pada tabung pertama, untuk selanjutnya ditampung diruang pengumpulan minyak.
2). Ruang pengumpulan minyak (Oil Collection Chamber).
Berfungsi sebagai tempat pengumpulan minyak yang telah dipisahkan untuk selanjutnya dialirkan ke Waste Oil Tank.
3). Pemanas (steam inlet / outletl pipe)
Berfungsi untuk memanaskan minyak dalam ruang pengumpul agar lebih mudah untuk dikeluarkan dari dalam tabung pemisah.

4). Keran Pengetesan (test Valve)
Keran berjumlah dua buah pada tiap tabung yang mana berfungsi untuk memeriksa kondisi air got dalam tabung dan banyaknya minyak yang berada dalam tabung pemisah.
5). Katup Pembuangan minyak (Oil Descharge Valve)
Katup ini terletak dibagian atas tabung pemisah yang mana berfungsi sebagai saluran pengeluaran minyak dari ruang pengumpul minyak untuk disalurkan ke Waste Oil Tank.
6). Sensor ketinggian minyak (Oil Level sensor)
Sensor ketinggian minyak berfungsi untuk rnendeteksi jumlah minyak dalam ruang pengurnpul untuk selanjutnya rnengaktifkan lampu indicator.
7). Lampu Indikator (Indicator Lamp)
Lampu indicator terletak dibagian atas tabung pemisah yang berfungsi untuk mrmberi tanda apabila. jumlah minyak dalam ruang pengmpul telah banyak.
8). Pipa antara ruang pertama dan tabung kedua
Untuk mencegah tekanan balik dari tabung kedua maka antara tabung pertarna dan kedua dipasang pipa yang mana dilengkapi oleh sebuah saringan dan sebuah katup pengecekan screw down (srew down check valve) yang herfungsi rnencegah arus balik dan tabung pemisah pertama saat terjadi penurunan tekanan ditabung pertama ketika solenoid valve membuka pada ruang pengumpulan minyak.

4 Cara kerja OWS

Proses Pemisahan pada tabung pertama

Air got yang dipornpa masuk ke tabung pertarna akan menjalani pemisahan dimana air got terscbut akan melewati plat – plat pemisah utama yang terpasang horizontal dalam tabung pemisah sehingga lumpur tidak akan melewati ataupun ikut dengan air got ke ruang penguml.
Air got yang masih mengandung minyak yang melewati plat –plat utama ini akan menjalani proses pemisahan pada plat – plat kedua, sehingga lumpur yang ringan akan tertahan. Selanjutnya dalam tabung ini akan terjadi proses pemisahan dimana prinsip kerjannya berdasarkan berat jenis cairan sehingga minyak yang memiliki berat jenis lebih rendah dari air akan berada dipermukaan air dan terkumpul dalam ruang pengumpulan minyak.
Kemudian air got yang telah dipisahkan dengan minyak berdasarkan berat jenis ini, akan disalurkan ke tabung pemisah kedua.

Proses pemisah pada tabung kedua

Setelah melalui proses pemisahan pada tabung pemisah pertama, air got yang telah berkurang kandungan minyaknya akan mengalami proses pemisahan lagi, dimana pada tabung pemisah kedua air got akan disaring kembali melalui Coallescer sehingga partikel – partikel minyak akan dialirkan keluar tabung pemisah untuk dibuang ke laut, namun sebelumnya melalui suatu alat pendeteksi kandungan minvak (Oil Content meter) untuk mencegah teriadinya pencemaran di laut

Proses Pengeluaran Minyak dari Ruang Pengumpul pada Tabung Pemisah

Setelah mengalami proses pemisahan antara air got dan kandungan minyak dalam tabung, maka kandungan minyak yang terkumpul dalam ruang pengumpul minyak akan terus bertambah selama pompa bilge masih bekerja, hingga pada saat tingkat minyak dalam ruang sudah tinggi, maka alat pengontrol tingkat ketinggian minyak akan bekerja sehingga mengaktifkan katup solenoid untuk membuka. Maka pada saat itulah minyak yang terkumpul dalam ruang pengumpulan akan mengalir ke Waste Oil tank, dengan adannya pengeluaran minyak dalam tabung, maka tingkat ketinggian minyak akan menurun kembali sehingga alat sensor akan mengaktifkan katup solenoid untuk menutup.

To Over Board






















14
13

12
9
8
4
3
11
2
1
5
10
6
To Slop Tank
To Slop Tank
Valve Control
7













Keterangan Gambar :
1. Power Supply Box 2. Auto Pneumatic Box 3. Sampling Probe
4. Skid 5. Sampling Pump meter 6. Optical Fibre
7. Control Mead Out Box 8. Chart Recorder
9. F.W. Tank 10. Orifice Plate 11. d/p Transmitter Plate
12. P/E Converter 13. CCU 14. Control Panel

B. Langkah-langkah Pengoperasian OWS Type HSN – F

1. Langkah Persiapan

a. Buka katup – katup yang terletak antara pompa got dan Oily Water Separator
b. Tutup katup keluar sludge.
c. Buka katup yang terletak antara tabung pemisah pertama dan kcdua.
d. Tutup katup yang terletak di atas tabung (katup pengeluaran minyak) kedua.
e. Buka semua test cook pada tabung pemisah
f. Buka katup manometer yang terpasang di atas tabung.
g. Buka katup yang terletak pada pipa pengeluaran air bersih.
h. On-kan saklar Automatic Controller dan Oil Content Meter.

2. Langkah Pemasukan Air

a. Buka katup pengisapan air laut untuk pengisian air laut ke tabung.
b. Jalankan pompa got, saat air laut masuk ke tabung, udara dalam tabung akan keluar lewat Automatic Air Ventilation,
c. Periksa air laut pada tabung dengn melihat Test Cock, atur tekanan air 0,5 ~ 0,7 kg/cm2. Bila pada test cock air telah keluar, tutup test cock tabung pertama dan kedua.
d. Buka katup pengisian air laut dan katup air got perlahan – lahan sampai akhirnya katup pengisian air got terbuka penuh dan katup air laut tertutup.
e. Selama proses pemisahan pada OWS berlangsung, perhatikan lampu yang terdapat pada tabung kedua (lampu indicator) bila menyala berarti tingkat minyak dalam tabung tinggi, buka katup pengeluaran untuk mengalirkan minyak ke sludge tank, setelah lampu padam tutup kembali katup pengeluaran. Sedang pada tabung pertama, pembukaan katup pengeluaran minyak diatur oleh solenoid valve yang mendapat sinyal dari Oil Level Sensor melalui Automatic Controller.
f. Selarna air got yang dibuaug memenuhi batas yang dijinkan maka solenoid valve pada pipa pengeluaran air buangan tetap terbuka. Dan bila kandungan minyak air buangan tinggi, solenoid valve akan bekerja setelah mendapat sinyal dari Oil Content Meter sehingga menutup saluran pengeluaran pada katup tiga arah (three away valve) vang mengakibatkan air buangan tersebut akan kembali lagi ke bilge tank untuk diproses ulang pada OWS.

C. Ketentuan MARPOL 73 Tentang Pencemaran Laut

Ketentuan – ketentuan Marine Pollution Tahun 1973 tentang perlengkapan pencegahan – pencegahan laut oleh minyak hasil buangan dari kapal adalah sebagai berikut :

a. Ruang Permesinan

Didalam ruang permesinan kapal – kapal tangki minyak yang berukuran > 150 GRT dan kapal – kapal selain kapal tangki minyak dengan ukuran > 400 GRT, harus dilengkapi dengan perlengkapan pencegahan pencemaran yang dimaksudkan untuk memisahkan air dan minyak dari air got (air buangan/got). Pencegahan pencemaran yang dimaksud antara lain :

1). Pemisah air berminyak (Oily Water Separator)
2). Pengukuran kandungan minyak (Oil Content Meter)
3). Alarm
4). Penghentian aliran secara otomat (Automatic Stopping Device)
5). Tangki penampungan minyak (Sludge tank)
6). Sambungan pembuangan standar (Standard Discharge Connection)
adalah saluran pipa pembuangan minyak kotor dari sludge tank ke Reception Facilities yang ukuran dan bentuk sambungannya secara Internasional.
7). Buku Pencatatan minyak (Oil Record Book)
adalah buku harian kapal yang harus diisi setiap kegiatan seperti pembuangan air got keluar kapal, bongkar-muat minyak muatan, pemindahan muatan, pembersihan tangki muatan, dan lain-lain.

b. Ruang Muatan

Bagi kapal-kapal minyak yang berukuran > 150 GRT, harus memiliki perlengkapan pencegahan pencemaran dilingkungan ruang muatan, persyaratan dan perlengkapan tersebut dibedakan menurut ukuran, kelompok umur kapal dan jenis kapal sebagai berikut :

1). Ukuran dan jenis rnuatan kapal
a). Untuk kapal tangki minyak berukuran >70.000 DWT (pengangkut minyak mentah dan olahan).
b). Untuk kapal tangki minyak berukuran > 40.000 DWT tapi < 70.000 DWT (pengangkut minyak mentah dan olahan)
c). Untuk kapal pengangkut minyak mentah ukuran > 20.000 DWT dan untuk pengangkut minyak olahan ukuran > 30.000 DWT tapi < 40.000 DWT.
d). Untuk kapal tangki minyak pengangkut minyak mentah yang berukuran < 20.000 DWT, dan untuk pengangkut minyak olahan yang berukuran < 30.000 DWT, tapi masing – masing tidak kurang dan 150 GRT.
2). Fungsi perlengkapan dan persyaratan konstruksi untuk pencegahan pencemaran :
a). Oil Discharge Monitoring dan Control System
adalah system pengawasan dan pemantauan buangan aor berminyak dari pencucian tangki muatan, endapan minyak dalam tangki, System tersebut bekerja bila ada buangan air limbah dari kanal dan menjamin agar tidak melebihi yang diijinkan ( 60 ltr / mil ).
b). Oil Content Meter
adalah alat pengukur kadar minyak yang ada dalaim air buangan keluar
c). Crude Oil Washing
adalah pencucian tangki muatan minyak mentah dengan menggunakan minyak itu sendiri sebagai media pencuci atau pembilasanya.
d). Slop Tank
adalah tangki minyak penampungan sisa – sisa minyak ballast kotor dan air cucian tangki yang mengandung minyak. Kapasitas tangki ini minimum 3 % dari kapasitas angkut, kecuali kapal tersebut dilengkapi dengan Segregated Ballast tank (SBT), maka kapasitasnya dapat dikurangi sampai menjadi 2 %.
e). Oil / Water Interface Detector
adalah perlengkapan yang digunakan untuk mengetahui batas minyak dengan air dalam slop.
f). Segregated Ballast Tank
adalah tangki tolak bala yang terpisah dari system minyak muatan dan bahan bakar, dan yang secara permanent disediakan untuk membawa tolak bala bersih.
g). Manifold Pembongkaran
adalah sarana penghubung untuk menyalurkan limbah dari kapal ke darat dan ditempatkan digeladak.
h). Pembatasan ukuran tangki disyaratkan pada kapal haru,dimana volume tiap tangki muatan maksimal 40.000 m3 dan volume tangki samping tidak boleh lebih dari 75 % dari tangki muatan. Sedangkan panjang tiap tangki tidak boleh lebih dari 10 meter atau sebagaimana disyaratkan.
i). Oil Record Book
adalan buku harian kapal yang digunakan untuk mencatat semua kegiatan kapal yang berkaitan dengan limbah dan muatan minyak seperti pemindahan air ballast, bongkar muat, pencucian minyak, penampungan slop tank dan pembuangan limbah keluar kapal.

2. Ketentuan tentang Sludge tank dan Standard Shore Connection sesuai dengan Konvensi Marine Pollution tahun 1973.

a. Sludge Tank

Semua kapal Semua kapal yang berukuran 400 GRT atau lebih harus dilengkapi dengan tangki lumpur minyak untuk menampung sisa – sisa minyak dengan kapasitas minimumn yang disyaratkan :
Untuk HFO : 0.01 x pemiakaian BBM/hari x waktu pelayaran maksimun.
Untuk HSD : 0.05 x pemiakaian BBM/hari x waktu pelayaran maksimun.

b. International Shore Connection

Dalam aturan 19 Marpol 73 dan 78 diatur tentang: standart discharge connection yaitu untuk memungkinkan fasilitas pembuangan bahan – bahan sisa dari bilge kamar rnesin keluar kapal.

3. Pemeriksaan Sertifikasi

a. Pemeriksaan

1). Pemeriksaan Pertama
Dalam bentuk pemeriksaan secara fisik setelah terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan gambar – gambar rencana pemasangan peralatan dan konstruksi.
2). Pemeriksaan Tahunan
untuk rnenjamin kondisi teknis maupun perlengkapan yang berkaitan dengan pencegahan pencemaran tetap dalam kondisi baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan dan dilakukan setiap tahun selama jangka waktu berlakunya seriifikat.

b. Sertifikasi

Yang berhak menguluarkan sertifikat pencegahan pencemaran adalah Dirjen Perla Cq Kepala Direktorat Perkapalan dan Pelayaran, dan yang berhak menerima sertifikasi tersebut adalah kapal – kapal yang telah memenuhi ketentuan – ketentuan Marpol.
Adapun sertifikat yang dimaksud antara lain :

1). IOPP (International Oil Pollution Prevention) Certificate adalah suatu sertifikat pencegahan pencemaran oleh cairan berminyak.
2). NLS (Noxious Liquid Subiance) Certificate adalah sertifikat pencegahan pencemaran oleh bahan cair beracun.
Masa berlaku untuk setiap sertifikat tersebut paling lambat 5 tahun dan tiap tahan dikukuhkan.

D. FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB DAN CARA MENGATASI TINGGINYA KANDUNGAN MINYAK SETELAH DI PROSES OLEH OWS

Faktor utama yang menjadi punyebab tingginya kandungan minyak setelah diproses adalah penanganan dan perawatan yang kurang baik pada OWS. Dari factor – factor utama diatas dapat diuraikan lagi faktor lain yang mencakup yaitu :
1. Pengoperasian yang tidak sesuai dengan Instruction Book
Memasang langkah – langkah pengoperasian pada OWS sesuai Instruction Book yang singkat dan mudah dimengerti oleh operator, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengoperasian.
2. Saat pengoperasian awal, tabung pemisah OWS tidak diisi air laut lebih dahulu
Melakukan pengisian air laut dengan bilge pump kedalam tabung pemisah sebelurn OWS dioperasikan saat air got di pompa, kandungan minyak tidak langsung ikut keluar bersarna air buangan keluar kapal.
3. Saat OWS distop, tabung pemisah tidak dibilas
Lakukan pernbilasan pada tabung pemisah sebelum OWS dimatikan agar kandungan minyak yang terdapat pada sisa air got dalam tabung tidak melekat pada dasar tabung pemisah.
4. Pengontrolan
Setiap mengoperasikan OWS, alat pengontrol (Oil Content meter) kandungan minyak harus di-on agar air got yang diproses dalam OWS sebelum terbuang ke laut dapat diketahui kandungan minyaknya sehingga pencemaran laut dapat dihindari
5. Saringan Coallescer sudah terlalu kotor
r Bersihkan Coallescer dengan langkah – langkah sebagai berikut:
r Buka penutup depan (front cover) tabung pemisah kedua
r Keluarkan Coallescer dari dalam tabung kemudian cuci dengan air panas atau rendanm dengan ACC – 9 selama 3 – 5 jam.
r Bilas Coailescer kemudian keringkan
r Pasang kembali Coallescer dan tutup front cover tabung pemisah.
6. Solenoid Valve tidak bekerja secara maksimal
Adapun penyebab Solenoid Valve tidak bekerja secara maksimal adalah :
a. Arus Listrik
Arus terputus mengakibatkan solenoid valve tidak mendapat kernagnetan sehingga sinyal tidak dapat bekerja dengan baik.
· Mencari sumber arus yang terputus, apabila sudan ditemukan maka disambung pada kabelnya (isolasi) agar kemagnetan pada solenoid valve tetap sempurna
b. Coil Terbakar
Udara yang masuk mengandung butiran – butiran air melalui solenoid mengakibatkan kabel yang berada pada solenoid valve terkena air maka terjadi hubungan singkat (coil terbakar)
Usahakan periksa coil dengan multi tester,bilamana terdapat kerusakan segera di ganti dengan yang baru.
7. Electrical Heating tidak berfungsi dengan baik
Adapun penyebab electrical heating tidak berfungsi dengan baik adalah :
a. Kabel penghubung elemen saklar pemanas teputus
Kabel terputus akibat kelalaian manusia dan benturan benda keras
Mengontrol kabel-kabel penghubung elemen, disambung yang putus dan diganti yang baru
b. Kotornya elemen pemanas
Disebabkan sisa-sisa lumpur yang harus menempel pada elemen pemanas
Membuka elemen pemanas dari electric heating dan membersihkan kotoran – kotoran yang menenpel dengan memakai sikat halus serta mencuci elemen pemanas dengan air panas/hangat.
8. Pneumatic Three-Way Valve tidak Bekerja dengan baik
Adapun penyebab Pneumatic three-way valve tidak bekerja dengan baik adalah:
a. Spring pada three way valve tidak bekerja normal
Spring padu three-wav valve tidak bekarja normal karena faktor usia atau hexagonal screw terlalu kencang.
Pegas harus diganti dengan yang baru dan pemasangan hexagonal tidak boleh terlalu kencang agar pegas dengan mudah untuk bergerak (diatur).
b. Sealing pada three-way valve tidak berfungsi
Dikarenakan sealing rusak akibat jam kerjanya sudah habis dan tidak kedap lagi
Scaling harus digantiyang baru dengan jalan membuka rumah klep dengan hati – hati dan memasangnya kembali.
9. Kurangnya perawatan OWS
Lakukan perawatan berkala pada pesawat OWS dengan melihat jadwal berikut :

No
Bagian Perawatan
Waktu Perawatan
1
Catat penunjuk tekanan masuk dan keluar pemisah
Setiap pengoperasian
2
Bersihkan electrode pendeteksi tingkat minyak
Sebulan sekali
3
Cuci Coalleser dengan air panas
Jika tekanan separator tidak kurang 10 kg/cm2

2 komentar:

ERIC_X mengatakan...

Ass,,,,,,
Ko gambarnya gak ada ya bang untuk OWS ne. Klo bisa di lengkapi.
Bang boleh minta refrensi untuk turbochargers gak.
Klo bisa di send ke email sy
thariq_az1z@yahoo.com.
Thak's atas bantuan bang Akbar.
Moga Tambah sucses jd popeyenya,,,heeeee,,,,,,

inacay mengatakan...

gambarnya mana ......? thanks infonya OWS dah baguzzzzzzzzzzzz